Kalah Lawan Anies soal Pergub Ganjil Genap

Kalah Lawan Anies soal Pergub Ganjil Genap, Warga Hormati Putusan MA

Sejumlah warga menggugat Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Anies Baswedan soal ruas jalan ganjil genap ke Mahkamah Agung (MA). Namun gugatan link resmi judi slot online itu kandas. Warga menyatakan menghormati putusan MA itu.
Pergub yang di-judicial review itu adalah Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 88 Tahun 2019 Tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 155 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas Dengan Sistem Ganjil Genap tertanggal 6 September 2019.

“Kami menghormati putusan HUM Mahkamah Agung sebagai putusan yang berkekuatan hukum tetap,” kata pemohon, Heru Widodo,

Selain Heru, ikut mengajukan judicial review Pergub itu Imam Anshori Saleh (warga Cipayung), Supriyadi (warga Bandar Lampung), Dhimas Pradana (warga Kota Bekasi), Endin Amirusin Dahlan (warga Bandung Barat), Ferdiaz Muhammad (warga Cakung), dan Janwardisan Hernandika (warga Kota Bekasi).

“Di luar itu, kami menaruh harapan kiranya ada inisiatif dari pemegang kekuasaan untuk mempertimbangkan harmonisasi keberlakuan peraturan per-UU-an berkaitan dengan larangan ganjil genap,” ucap Heru Widodo.

Pemohon keberatan dengan Pergub yang membuat warga langsung ditilang usai keluar tol di sejumlah titik exit tol. Namun judicial review itu ditolak MA. Duduk sebagai ketua majelis Irfan Fachruddin dengan anggota Yosran dan Yodi Martono Wahyunadi.

Ada hak pengguna kendaraan untuk exit tol sampai perlintasan terdekat, dan hak untuk masuk tol dari simpang terdekat,” ujar Heru Widodo, yang juga seorang advokat.

Sebelumnya, Dhimas Pradana menyatakan Pergub itu membuat warga yang keluar tol di jalan jalur gage langsung ditilang.

“Keluar tol kok ditilang. Kan kita masuk tol bayar, kok keluar nggak boleh. Malah ditilang,” kata Dhimas Pradana.

Dhimas mengatakan Pergub terbaru itu membuat ruas jalan gage makin luas. Masalahnya, Pergub itu juga berlaku bagi pemobil yang keluar langsung dari tol yang berada di jalur gage.

“Kalau aturan lama, gage tidak berlalu bagi pengendala mobil yang exit tol hingga persimpangan terdekat.Begitu sebaliknya. Kalau sekarang, tidak. Jadi kalau saya dari Cawang, lalu keluar di exit Tol Semanggi, maka langsung ditilang. Ini kan nggak adil,” ujar Dhimas Pradana.

Dia mengatakan hal itu juga berlaku di beberapa exit tol lain. Seperti di exit Tol Pancoran, exit Tol Rawamangun atau exit Tol Becakayu. Sayangnya, tidak ada pemberitahuan di setiap exit tol akan ditilang karena masuk jalur ganjil-genap.

“Peraturan ini berpotensi merugikan banyak masyarakat. Kalau saya mau keluar menuju Senayan, lewat mana saya exit tolnya? Kan jauh banget mutarnya,” kata Dhimas Pradana.