PABRIK TERHOROR TERSERAM 2O22

Keangkeran tempat kerja kadang terpaksa harus dihadapi. Keseraman lain dimensi, sesekali menghadirkan sosok-sosok ngeri.
ADVERTISEMENT

Malam ini, ada teman yang akan bercerita tentang seramnya pabrik tempatnya bekerja. Tahun 2001 peristiwa ini terjadi.
Simak di sini, hanya di Briistory.

Suara itu lagi, walaupun sudah pernah mendengar sebelumnya, tetap saja aku terkejut, tetap menoleh ke pintu walau tahu masih dalam keadaan tertutup.
Suara gesekan sapu ijuk dengan lantai, menggusur debu serta kotoran, membersihkan.
Suara sapu ini mungkin akan terdengar biasa saja kalau siang hari, tapi beda cerita ketika terdengarnya tengah malam seperti ini.
Suaranya makin mendekat dan mendekat, menuju pintu gudang, gudang tempat aku sedang mencoba tidur.
Perlahan aku bangkit dari posisi rebahan, kemudian duduk bersandar pada dinding. Gudang sangat gelap, karena aku sengaja gak menghidupkan lampu, penerangan hanya mengandalkan lampu luar yang cahayanya masuk melalui jendela kaca.
ADVERTISEMENT

Seperti sebelum-sebelumnya, awalnya hanya terdengar suara gesekan sapu ijuk dengan lantai, tapi lama kelamaan karena si empunya suara terdengar seperti makin dekat dan mendekat, maka suara berikutnya mulai terdengar juga.
Iya, aku mulai mendengar suara langkah kaki, selangkah demi selangkah. Langkah ini terdengar seperti kaki yang menggunakan sandal karet, sehingga ketika bersinggungan dengan lantai semen menimbulkan suara khas, “Keteplek, keteplek, keteplek..” kira-kira seperti itu.
Langkahnya sangat pelan, begitu juga proses menyapunya, aku tentu saja sungguh sangat tegang dan ketakutan mendengarnya..
Udara Bandung yang sudah dingin, jadi terasa makin dingin.
“Ibu itu dulunya emang kerja di sini, tukang bersih-bersih. Kerja di sini lama banget, puluhan tahun. Sampe akhirnya dia meninggal 10 tahun yang lalu. Katanya temen-temen yang suka kerja malem, almarhum masih suka keliatan bebersih, nyapu, ngelap, ngepel. Serem ih..”
ADVERTISEMENT

Terngiang-ngiang kalimat panjang dari Asep, teman yang kerja di perusahaan ini juga, Asep kerja di sini sudah lama, sedangkan aku baru kira-kira tiga bulan.
Asep bilang begitu, cerita tentang penampakan yang sering terjadi di pabrik ini, salah satunya ya hantu Ibu ini, Ibu yang sepertinya sedang aku dengar tengah menyapu di depan gudang, ibu yang sudah meninggal lama.
Aku terus menajamkan pendengaran, coba menangkap suara yang terus kedengaran.
Suara sapu ijuk dan langkah kaki makin jelas..
Detik berikutnya, ada suara lain lagi yang sebelumnya belum pernah aku dengar, dan sungguh menyeramkan..
Suara perempuan, perempuan yang suaranya masih seperti bergumam, gak jelas. Gumaman diselingi dengan tawa kikih tertahan.
Tuhaaaan, aku ketakutan, sangat menyeramkan, posisi duduk makin ke sudut ruangan..
ADVERTISEMENT

Terus memperhatikan pintu dan jendela, aku yakin kalau sosok itu akan datang dari sebelah kanan, dia akan terlebih dulu lewat depan pintu baru kemudian jendela.
Sudah sangat dekat, perhitunganku beberapa detik lagi dia akan sampai di depan gudang.
Benar! dari celah kecil di bawah pintu aku akhirnya melihat sesuatu..
Seiring dengan suara-suara menyeramkan, dari celah kecil itu aku bisa melihat memang ada yang sedang bergerak, langkah perlahan sambil sesekali sapuan sapu ijuk kelihatan juga.
Sosok ibu itu sedang berada persis di depan pintu!
Suara gumamannya makin jelas terdengar, dengan tawa cekikikan sesekali.
Aku merinding ketakutan, sedikit pun gak berani bergerak.
Ketakutanku makin menggila, ketika melihat dia tetiba berhenti melangkah, lalu diam. Iya, ibu itu sekarang diam berdiri di depan pintu.
ADVERTISEMENT

Kemudian hening meraja, menguasai hawa dingin berbalut kengerian. Dalam diam aku menerka-nerka, apa kiranya yang akan terjadi kemudian.
“Tok, tok, tok..”
Ada ketukan pintu,
Ibu itu mengetuk pintu!
Keringat dingin berjatuhan, makin meringkuk aku di sudut ruangan..
“Tok, tok, tok..”
Ketukan terdengar lagi,
Gak, sama sekali aku gak ada niat untuk membuka pintu, gak ada nyali untuk itu.
Bait-bait doa mengalir terbata dalam hati, aku sangat butuh pertolonganNya saat ini.
Hanya dua ketukan itu saja, selebihnya sepi kembali terjadi. Selama puluhan detik berlangsung seperti itu..
Gak lama setelahnya, ibu itu terlihat bergerak lagi, melangkah menuju ke kiri, ke jendela kaca yang letaknya persis di sebelah pintu.
Jendela kaca ini cukup besar, berukuran sekitar dua kali satu meter, memanjang. Dari jendela ini dapat terlihat dengan jelas semua yang ada di luar gudang, gak terhalang apa pun.
ADVERTISEMENT

Dengan pergerakan seperti itu, aku sangat yakin kalau sebentar lagi dia akan berjalan persis di depan jendela, aku akan bisa dengan jelas melihat sosoknya.
Sekali lagi dugaanku benar, aku akhirnya melihat wujudnya.
Sosok perempuan tua, dengan rambut panjang terikat di belakang seperti sanggul, berpakaian warna gelap.
Walau aku hanya dapat melihatnya sebatas pinggang, tapi dengan jelas kalau dia memang sedang berjalan, sambil tangannya memegang sapu.
Gumaman dan cekikikan pelan terus mengiringi pergerakannya.
Terpaku aku terus memandang sosok seram itu.
Waktu terasa berjalan sangat lambat, begitu lama dia berjalan di depan jendela.
Sampai akhirnya dia gak terlihat lagi, pandanganku terhalang dinding, dia gak lagi berada di depan jendela kaca.
Masih terdiam, aku menunggu dalam keheningan, berharap cemas apa yang akan terjadi kemudian.
ADVERTISEMENT

Ternyata gak ada apa-apa, gak kedengaran suara apa pun juga, gak ada pergerakan. Saat inilah keberanianku mulai timbul.
Pelan, aku berdiri lalu berjalan mendekat ke pintu. Dari pintu, kemudian mengintip jendela kaca sebentar, memperhatikan ke luar, kawatir sosok ibu itu masih ada. Ternyata nggak, gak ada apa-apa, hanya ruang mesin kosong yang jadi pemandangan.
Detik berikutnya, aku langsung membuka pintu, tanpa menoleh kiri kanan kemudian aku lari ke luar, meninggalkan gudang menuju pintu pabrik yang letaknya paling ujung seberang.
Sama sekali gak melihat sekitar, aku terus berlari di celah-celah deretan mesin dan peralatan pabrik. Tujuannya cuma satu, yaitu pos satpam di gerbang depan.
“Hey, Amri, kunaon maneh? Hehehe”
Pak Romli, satpam pabrik yang sedang bertugas, menyapa ketika aku sudah sampai di pos-nya.
ADVERTISEMENT

Sambil mengatur nafas, aku mulai menceritakan semuanya, kejadian seram yang baru saja aku alami.


Selepas lulus STM, tahun 2001, aku memutuskan untuk langsung mencari kerja, karena sama sekali gak ada biaya kalau ingin berkuliah melanjutkan kuliah. Pikirku, aku akan kuliah kalau sudah terkumpul uang dari keringatku sendiri nantinya.
Kebetulan yang menyenangkan, masa menganggur hanya enam bulan saja, karena gak lama setelah lulus, ada tetangga rumah memberi info kalau ada perusahaan tekstil di Bandung yang sedang mencari karyawan sebagai operator mesin, kebetulan di masa sekolah jurusanku memang tehnik mesin.
Ya, sudah, mungkin memang sudah jalannya, tanpa pikir panjang aku langsung meninggalkan Garut untuk mengadu nasib di kota kembang Bandung.
Perusahaan tempatku bekerja ini sudah lama berdiri, sejak tahun 70an. Ketika aku sampai di sana, semuanya menunjukkan seperti itu, dari beberapa bangunan dalam kawasannya terlihat dari bentuknya memang bangunan lama, gedung tua.
ADVERTISEMENT

Perusahaan ini letaknya di bilangan Cicadas.
Singkat cerita, tanpa wawancara dan tes yang bertele-tele, ditambah dengan referensi bagus dari tetanggaku, akhirnya aku diterima kerja. Jabatan awal adalah membantu operator mesin yang sudah ada, dalam hal ini bertujuan supaya aku bisa mendapatkan pelatihan terlebih dahulu.
Kebetulan juga, pemilik perusahaan sangat baik hati, karyawan yang sudah lama bekerja juga bilang seperti itu.
“Amri, sebelum dapat tempat tinggal, kamu boleh tinggal di sini dulu sementara,” pemilik pabrik bilang begitu, pada suatu hari setelah aku sudah mulai bekerja.
Ya, sudah, Alhamdulillah, rejeki nomplok, hehe. Tapi ya begitu, perusahaan gak menyediakan mess tempat tinggal, jadi selama sekitar enam bulan lamanya gudang pabrik menjadi tempat tinggalku sementara.
ADVERTISEMENT

Gudang ini berada di dalam salah satu gedung besar yang kita sebut saja pabrik, karena di dalamnya banyak terdapat mesin-mesin pembuat tekstil.
Pabrik ini sangat besar, namun di beberapa sudutnya ada ruang-ruang kecil, entah itu ruang operator, ruang bahan baku, dan gudang.
Gudang inilah yang jadi tempatku tidur dan beristirahat. Aku harus rela berbagi ruang dengan segala macam peralatan mesin dan bahan baku, ya aku sih senang-senang saja, karena pernah merasakan tinggal di tempat yang lebih sedih dari ini.
Tapi ya itu, banyak cerita yang beredar tentang angkernya pabrik ini, pabrik yang letaknya benar-benar di paling ujung kawasan.
Menurut teman-teman, karena semua gedung bisa dibilang gedung tua makanya banyak kejadian seram yang dialami karyawannya. Banyak yang bilang sering melihat penampakan seram di kawasan pabrik. Aku gak bisa menceritakannya satu persatu, karena banyak sekali versi yang beredar.
ADVERTISEMENT

Salah satunya ya tentang sosok ibu yang pernah aku lihat itu, konon katanya si ibu sering terlihat mengerjakan pekerjaan yang rutin dia lakukan semasa hidupnya dulu. Sosok itu juga sudah sangat menyeramkan, aku gak bisa membayangkan kalau harus bertemu dengan sosok seram lainnya.
Pokoknya gitu, banyak cerita seram yang beredar.
“Makanya, kamu hati-hati kalau tidur di pabrik, kunci pintu, gak usah ke luar lagi, diam aja di gudang sampai pagi”, begitu Asep bilang mewanti-wanti.
Oh iya, pabrik ini waktu aku masuk belum ada system shift, jam kerja dari 8 pagi sampai lima sore, kecuali sedang ada load tinggi, pekerjaan bisa selesai maksimal jam 10 malam, setelah itu karyawan pulang, pabrik hanya menyisakan tim sekuriti, mesin dalam keadaan mati semua, sepi
ADVERTISEMENT

Selama enam bulan, aku juga sering merasakan atau sesekali melihat keseraman di pabrik, tapi masih bisa melawan rasa takut, lebih banyak mengikuti saran Asep untuk sama sekali gak ke luar gudang kalau malam tiba.


Awalnya, tidur di gudang hanya beralaskan beberapa kardus yang aku susun bertumpuk, cukuplah untuk menghangatkan.
Tapi gak lama, atasanku membawakan aku karpet tebal dan lebar menggantikan kardus-kardus, ditambah dengan bantal dan selimut jadinya sudah sangat nyaman buatku.
Kabiasaan tidur, aku akan mematikan lampu gudang, jadinya gelap gulita, hanya lampu luar saja yang memberikan sedikit cahaya. Sudah terbiasa seperti itu, nyaman.
Nah, seperti yang aku bilang tadi, selama kurang lebih enam bulan aku tinggal, beberapa kali merasakan keanehan menjurus seram di dalam pabrik, tapi aku masih bisa melaluinya, entah itu mengabaikan atau menahan ketakutan hingga pagi menjelang.
Tapi ada satu peristiwa yang sungguh sangat menyeramkan, peristiwa yang pada akhirnya membuatku bertekad untuk segera mencari tempat tinggal sendiri, peristiwa yang menurutku sangat menyeramkan.
Begini runutan detail kejadiannya..
Waktu itu seperti biasa aku menghabiskan waktu di pos sekuriti hingga malam, kalau ngantuk sudah gak tertahan aku akan pergi ke gudang.
Jarak dari pos sekuriti dengan pabrik tempat di mana gudang berada sebenarnya gak terlalu jauh, hanya sekitar 200 meter, tapi tetap saja aku harus berjalan kaki menyusuri kawasan pabrik, beberapa bangunan kantor harus aku lalui sampai akhirnya tiba di pabrik belakang.
Sekitar jam 10 malam aku pulang ke gudang.
Seperti yang aku bilang tadi, jam-jam seperti ini kawasan sudah sangat sepi, gak ada orang sama sekali. Aku berjalan kaki..

https://imd-lucy.ethz.ch/community/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/
https://nsttc.ca/community/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/
https://buatbincang.com/community/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/
https://www.masterthenec.com/community/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/
https://excelcorpo.com/community/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/
https://www.snatamkaur.com/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/profile
https://www.amongstliars.com/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/profile
https://www.theautisticyoyoman.com/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/profile
https://www.njceh.org/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/profile
https://www.pmandover.com/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/profile
https://www.cityballetsf.org/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/profile
https://www.foxholegame.com/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/profile
https://www.gatewayfamilyservices.org/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/profile
https://www.moonmeadowsfarm.org/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/profile
https://www.ageoflightinnovations.com/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/profile
https://www.olivasdegramado.com.br/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/profile
https://www.cocktailsforyou.net/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/profile
https://www.freelens.fr/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/profile
https://www.optionsveterinarycare.org/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/profile
https://www.totaltennismounthutton.com.au/profile/cbogaming-slot-2022-terbaik-jackpot/profile